<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Benny Weblog</title>
	<atom:link href="http://harjunot.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harjunot.wordpress.com</link>
	<description>SMK N 2 PWT</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Mar 2008 00:29:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='harjunot.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Benny Weblog</title>
		<link>http://harjunot.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://harjunot.wordpress.com/osd.xml" title="Benny Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://harjunot.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>potensi alam propinsi banten</title>
		<link>http://harjunot.wordpress.com/2008/03/04/potensi-alam-propinsi-banten/</link>
		<comments>http://harjunot.wordpress.com/2008/03/04/potensi-alam-propinsi-banten/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 02:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harjunot</dc:creator>
				<category><![CDATA[potensi alam banten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harjunot.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Sangiang, Wisata Alam Banten &#160; PESONA alam Pulau Sangiang yang terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sungguh menakjubkan. Apalagi, kalau Pulau Sangiang yang dikenal dengan julukan Seven Wonders of Banten ini dikelola dengan sentuhan tangan profesional para pengelola wisata, dipastikan akan menjadi pesona wisata dunia. Keindahan alamnya, baik itu terumbu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=6&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><font face="Times New Roman, serif"><font size="4"><b>Pulau Sangiang, Wisata Alam Banten</b></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://harjunot.wordpress.com/?attachment_id=9" rel="attachment wp-att-9" title="sangiang.jpg"><img src="http://ghozalyzehn.files.wordpress.com/2008/03/sangiang.jpg?w=133&#038;h=89&#038;h=89" alt="sangiang.jpg" align="right" height="89" width="133" /></a><font face="Times New Roman, serif"> PESONA alam Pulau Sangiang yang terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, sungguh menakjubkan. Apalagi, kalau Pulau Sangiang yang dikenal dengan julukan Seven Wonders of Banten ini dikelola dengan sentuhan tangan profesional para pengelola wisata, dipastikan akan menjadi pesona wisata dunia. Keindahan alamnya, baik itu terumbu karang, pantai, maupun jarak tempuhnya yang hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit dari Anyer, dengan menggunakan kapal atau perahu bermotor, Pulau Sangiang akan menjadi tempat wisata yang menjanjikan bagi Provinsi Banten pada khususnya, maupun Indonesia pada umumnya. </font></p>
<p><span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Pulau Sangiang yang letak geografisnya antara 105′49′30″ &#8211; 105′52′ Bujur Timur 5′56′ &#8211; 5′58′50″ Lintang Selatan memang hingga saat ini belum dikelola. Kendati demikian, pancaran daya tarik alamnya tetap mempesona karena kondisi alamnya masih indah, terumbu karang dan juga hutan mangrove yang terbentang di sepanjang pesisir pulau itu. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> <span id="more-6"></span>Pulau yang indah itu, memang telah dikelola oleh PT Pondok Kalimaya Putih (PKP) berdasarkan izin prinsip pemberian hak penguasaan pariwisata alam dari Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan No. 66/Kpts-II/93 tertanggal 12 Februari 1993. Perusahan dengan Direktur Utama (Dirut) Dewanto Kurniawan ini berencana mengelola kawasan itu menjadi obyek wisata terpadu dengan berbagai mega proyek yang akan dikerjakan.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Proyek pengelolaan kawasan wisata di Pulau Sangiang ini tentu akan menelan dana triliunan rupiah. Dalam perencanaannya, di kawasan wisata terpadu ini akan dibangun resor, vila, hotel, lapangan golf, kereta gantung, rumah sakit dan juga kolam renang yang berstandar internasional. Untuk kawasan lautnya, akan dibuat sedemikian rupa sehingga, para wisatawan bisa melakukan surfing, diving, dan snorkling untuk melihat keindahan alam di dasar laut. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Namun, setelah negeri ini mengalami krisis moneter pada tahun 1998, rencana dari PT PKP untuk membangun wisata terpadu itu mengalami kebuntuan. PT PKP tidak bisa melanjutkan pekerjaannya untuk membangun kawasan wisata terpadu di pulau yang seluas 750 hektare itu karena terkena dampak krisis moneter. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Namun, ketika PT PKP berencana untuk mengelola Pulau Sangiang itu, persoalan internal terkait saham Dirut Dewanto Kurniawan dan Direktur I PT PKP Edi Gozali. Tiba muncul. Konflik akhirnya memuncak dan berujung pada laporan ke pihak kepolisian terkait kasus perusakan lingkungan di Pulau Sangiang, di mana disinyalir akibat kegiatan pembangunan yang dilakukan PT PKP menimbulkan terjadinya kerusakan terumbu karang dan hutan mangrove di kawasan itu. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif">Laporan yang disampaikan oleh Direktur PT PKP Edi Gozali itu akhirnya ditangani oleh pihak kepolisian di Banten yang pada saat itu masih berstatus Kepolisian Wilayah (Polwil) sejak tahun 2002 lalu. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Persoalan perusakan lingkungan hidup di Pulau Sangiang ini ternyata akhirnya sampai ke meja hijau di mana Dirut PT PKP Dewanto Kurniawan dituduh sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus itu. Kasus ini telah dan tengah disidangkan di PN Serang. Selain Dirut Dewanto Kurniawan yang menjadi tersangka dalam kasus itu, Direktur I PT PKP Edi Gozali juga telah ditetapkan jadi tersangka oleh Polda Banten.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Secara kebetulan, pada sidang lanjutan terkait kasus Pulau Sangiang itu, Pembaruan diundang untuk mengikuti sidang lapangan yang digelar di Pulau Sangiang, Rabu (31/8). Sidang lapangan itu bertujuan untuk melakukan konfirmasi dengan bukti riil di lapangan terkait dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tingg) (Kejati) Banten bahwa telah terjadi kerusakan Pulau Sangiang seluas 448,93 hektare akibat pembangunan yang dilakukan oleh PT PKP. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Rombongan sidang lapangan itu, terdiri dari majelis hakim dari Pengadilan Negeri Serang, JPU dari Kejati Banten, kelompok PT PKP dan penasihat hukum Asfifuddin SH serta wartawan berangkat dari Anyer dengan menggunakan kapal cepat Gren Gaden Sangiang I. Kapal milik PT PKP yang berkapasitas puluhan penumpang itu melaju dengan tenang menuju Muara Tembuyung. Dalam waktu 45 menit seluruh rombongan tiba di dermaga Muara Tembuyung yang terbuat dari kayu itu dengan selamat. Dari dermaga itu, bisa dilihat pesona alam pantai Pulau Sangiang yang begitu menjanjikan. Bahkan dari dermaga itu pula, kita bisa menikmati keindahan terumbu karang di dasar laut. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Selain menikmati suasana pantai, rombongan juga diberikan kesempatan untuk menyusuri daratan melalui jalan setapak di bawah teduhan pohon cemara laut. Kondisi alam di Pulau Sangiang masih terlihat alami. Tidak ada tanda-tanda kerusakan akibat pembangunan oleh PT PKP. Memang terlihat di sana dua bangunan yang kondisinya sudah lapuk bekas kantor PT PKP sebelum krisis moneter. Namun, kondisi alamnya, baik itu pohon cemara yang tumbuh secara alami, pohon jati, kelapa dan pohon liar lainnya masih terlihat utuh. Apalagi, polisi hutan tetap mengawasi kawasan Taman Wisata Alam wilayah itu. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Setelah menikmati suasana daratan, rombongan kemudian diajak mengelilingi Pulau Sangiang, melalui laut dengan menggunakan Kapal Cepat Gren Gaden Sangiang I. Perjalanan keliling menggunakan kapal itu begitu mengasyikan, karena kita bisa melihat suasana pantai Pulau Sangiang yang indah dan juga suasana alamnya. Sepanjang pesisir Pulau Sangiang masih terlihat hutan mangrove, dan juga tanggul yang dibuat PT PKP untuk menahan abrasi. Perjalanan yang memakan waktu sejam itu begitu mengesankan.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Dirut PT PKP Dewanto Kurniawan menjelaskan, pengelolaan yang dilakukan PT PKP mengalami hambatan karena krisis moneter. PT PKP belum sempat berbuat apa-apa selain berusaha agar keindahan alam di Pulau Sangiang tetap bertahan dan terjaga dengan baik karena nilai jual obyek wisata Pulau Sangiang terletak pada pesona alamnya. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> “Kami mau menanam saham di Pulau Sangiang ini karena yang mau kami jual adalah keindahan alamnya. Karena itu, pada tahap awal kami melakukan upaya pembangunan tanggul di sepanjang pantai agar tidak terjadi abrasi yang merusak pantai. Jadi kalau kami dituduh melakukan kerusakan lingkungan, sama sekali tidak masuk akal. Sebab, untuk apa kami membuang dana begitu besar jika Pulau Sangiang kehilangan daya tariknya,” jelas Dewanto.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Times New Roman, serif"> Sementara itu, penasihat hukum PT PKP Asfifuddin mengungkapkan, site plan pengelolaan Pulau Sangiang sudah dibuat secara lengkap oleh PT PKP. Ia mengatakan, PT PKP dalam hal ini Dirut Dewanto Kurniawan sudah menyiapkan dana untuk membangun Pulau Sangiang itu menjadi daya tarik wisata dunia. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Times New Roman, serif">	</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><font face="Times New Roman, serif">Daftar pustaka http://domahyld73.wordpress.com/2007/11/19/sejam-mengelilingi-lakosi-wisata-alam-pulau-sangiang/</font></p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/harjunot.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/harjunot.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harjunot.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harjunot.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harjunot.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harjunot.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harjunot.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harjunot.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harjunot.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harjunot.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harjunot.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harjunot.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harjunot.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harjunot.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harjunot.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harjunot.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=6&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harjunot.wordpress.com/2008/03/04/potensi-alam-propinsi-banten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5259f47b47803f2d49cd750055090aa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">harjunot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghozalyzehn.files.wordpress.com/2008/03/sangiang.jpg?w=133&#38;h=89" medium="image">
			<media:title type="html">sangiang.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>teori dioda</title>
		<link>http://harjunot.wordpress.com/2008/02/28/teori-dioda/</link>
		<comments>http://harjunot.wordpress.com/2008/02/28/teori-dioda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 01:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harjunot</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu elektronika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harjunot.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[2. Dioda Dioda ialah jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir J.A. Fleming (1849-1945) pada tahun 1904. Struktur dan skema dari dioda dapat dilihat pada gambar 7 di atas. Pada dioda, plate diletakkan dalam posisi mengelilingi katoda sedangkan heater disisipkan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=5&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><u><font size="5" face="Comic Sans MS">2. Dioda</font></u></em><a name="dioda" title="dioda"></a><br />
<font face="Comic Sans MS">Dioda ialah jenis VACUUM tube yang memiliki dua buah elektroda. Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir J.A. Fleming (1849-1945) pada tahun 1904.</font><img align="left" width="413" src="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG7.jpg" height="249" /><br />
<font face="Comic Sans MS">Struktur dan skema dari dioda dapat dilihat pada gambar 7 di atas.</font><span id="more-5"></span><br />
<font face="Comic Sans MS">Pada dioda, plate diletakkan dalam posisi mengelilingi katoda sedangkan heater disisipkan di dalam katoda. Elektron pada katoda yang dipanaskan oleh  heater akan bergerak dari katoda menuju plate.</font><br />
<font face="Comic Sans MS">Untuk dapat memahami bagaimana cara kerja dioda kita dapat meninjau 3 situasi sebagi berikut ini yaitu :</font><br />
<font face="Comic Sans MS">- Dioda diberi tegangan nol</font><br />
<font face="Comic Sans MS">- Dioda diberi tegangan negative</font><br />
<font face="Comic Sans MS">- Dioda diberi tegangan positive</font></p>
<p><i><u><font face="Comic Sans MS"><font size="+1">Dioda Diberi Tegangan nol</font></font></u></i><br />
<img align="left" width="240" src="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG8.jpg" height="258" /><br />
<font face="Comic Sans MS">Ketika dioda diberi tengangan nol maka tidak ada medan listrik yang menarik elektron dari katoda. Elektron yang mengalami pemanasan pada katoda hanya mampu melompat sampai pada posisi yang tidak begitu jauh dari katoda dan membentuk muatan ruang ( Space Charge).Tidak mampunya elektron melompat menuju katoda disebabkan karena energi yang diberikan pada elektron melalui pemanasan  oleh heater belum cukup untuk menggerakkan elektron menjangkau plate.</font><br />
 <br />
 <br />
 <br />
 </p>
<p><i><u><font face="Comic Sans MS"><font size="+1">Dioda diberi tegangan negative</font></font></u></i><br />
<img align="left" width="241" src="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG9.jpg" height="237" /><br />
<font face="Comic Sans MS">Ketika dioda diberi tegangan negatif maka potensial negatif yang ada pada plate akan menolak elektron yang sudah membentuk muatan ruang sehingga elektron tersebut tidak akan dapat menjangkau plate sebaliknya akan terdorong kembali ke katoda, sehingga tidak akan ada arus yang mengalir.</font><br />
 <br />
 <br />
 <br />
 <br />
 </p>
<p><i><u><font face="Comic Sans MS"><font size="+1">Dioda diberi tegangan positive</font></font></u></i><br />
<img align="left" width="249" src="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG10.jpg" height="239" /></p>
<p><font face="Comic Sans MS">Ketika dioda diberi tegangan positif maka potensial positif yang ada pada plate akan menarik elektron yang baru saja terlepas dari katoda oleh karena emisi thermionic, pada situasi inilah arus listrik baru akan terjadi. Seberapa besar arus listrik yang akan mengalir tergantung daripada besarnya tegangan positif yang dikenakan pada plate. Semakin besar tegangan plate akan semakin besar pula arus listrik yang akan mengalir.</font><br />
<font face="Comic Sans MS">Oleh karena sifat dioda yang seperti ini yaitu hanya dapat mengalirkan arus listrik pada situasi tegangan tertentu saja, maka dioda dapat digunakan sebagai penyearah arus listrik (rectifier). Pada kenyataanya memang dioda banyak digunakan sebagai penyearah tegangan AC menjadi tegangan DC.</font></p>
<p><i><u><font face="Comic Sans MS"><font size="+1">Plate Characteristic dari Dioda</font></font></u></i><br />
<font face="Comic Sans MS">Karakteristik yang paling penting dari dioda adalah Plate Characteristic, dimana karakteristik ini memberikan koorelasi antara tegangan pada dioda dengan arus yang mengalir pada dioda.</font><br />
<img align="center" width="617" src="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG11.jpg" height="273" /></p>
<p><font face="Comic Sans MS">Pada Figure  11 di atas dapat dilihat rangkaian uji (Figure 11.A) untuk mendapatkan karakteristik plate dan contoh karakteristik plate dari dioda(Figure 11.B).</font><br />
<font face="Comic Sans MS">Heater voltage diberikan pada filament untuk memanaskan tabung sampai pada temperatur tertentu yaitu T1, dan kemudian tegangan plate  Eb diubah mulai dari 0 sampai pada suatu nilai tertentu yang masih dapat ditangani oleh dioda. Arus Ib yang mengalir pada dioda akan naik bersamaan dengan naiknya tegangan pada plate seperti terlihat pada grafik karakteristik plate, akan tetapi ketika menjangkau harga Eb tertentu maka Ib tidak dapat naik lagi dan tetap konstan walaupun Eb dinaikkan terus. Titik dimana Ib tidak dapat naik lagi walaupun Eb terus dinaikkan dinamakan saturation point.</font><br />
<font face="Comic Sans MS">Jika tegangan filament dinaikkan sehingga suhu dari dioda menjadi naik (T2) dan percobaan serupa seperti diatas dilakukan lagi, akan didapat arus Ib yang lebih besar pada saturation point. Atas dasar situasi ini dapat disimpulkan bahwa temperatur pada dioda dapat berpengaruh dalam menentukan arus maksimum yang dapat mengalir pada dioda.</font></p>
<p><i><u><font face="Comic Sans MS"><font size="+1">Resistansi Dioda</font></font></u></i><br />
<font face="Comic Sans MS">Dari karakteristik plate yang telah kita bahas di atas maka, kita dapat melihat bahwa ada kaitan tertentu antara tegangan dan arus yang mengalir pada dioda, berdasarkan atas kenyataan ini maka kita dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya dioda memiliki resistansi dalam ( internal resistance).</font><br />
<font face="Comic Sans MS">Resistansi dalam yang dimiliki oleh dioda adalah tidak sama untuk arus AC maupun DC yang diberikan oleh dioda sehingga dalam kaitan dengan sifat  ini maka terdapat dua definisi resistansi internal  dioda yaitu DC Plate Resistance dan AC Plate Resistance. DC Plate resistance adalah resistansi dioda yang diukur ketika pada dioda dberikan tegangan DC, sedangkan AC Plate resistance ialah resistansi dioda yang diukur ketika pada dioda diberikan tegangan AC.</font><br />
<font face="Comic Sans MS">Untuk lebih memahami proses perhitungan resistansi dioda dapat anda lihaat gambar 12 berikut ini.</font><br />
<img width="464" src="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG12.jpg" height="241" /><br />
<font face="Comic Sans MS">Figure 12.A menampilkan grafik untuk mengukur DC Plate resistance dari dioda dimana DC Plate resistance dari dioda (Rb) ialah  Rb= 0A/0B</font><br />
<font face="Comic Sans MS">Figure 12.b menampilkan perhitungan AC Plate resistance dari dioda, karena tegangan AC adalah bersifat dinamik atau berubah ubah nilainya setiap saat maka perhitungan AC Plate resistance harus dilakukakan juga dengan memperhatikan perubahan tegangan dan arus dioda pada beberapa keadaan dalam hal ini ialah selisih perubahan tegangan arus dan tegangan dioda.</font><br />
<font face="Comic Sans MS">AC Plate resistance (rb) berdasarkan Figure 12.B ialah rb= (BC/YZ)</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/harjunot.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/harjunot.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harjunot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harjunot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harjunot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harjunot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harjunot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harjunot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harjunot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harjunot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harjunot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harjunot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harjunot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harjunot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harjunot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harjunot.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=5&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harjunot.wordpress.com/2008/02/28/teori-dioda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5259f47b47803f2d49cd750055090aa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">harjunot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG7.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG9.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG10.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG11.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.geocities.com/tube_theory/FIG12.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Coppa Italia: Inter Tundukkan Juve 3-2</title>
		<link>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/31/coppa-italia-inter-tundukkan-juve-3-2/</link>
		<comments>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/31/coppa-italia-inter-tundukkan-juve-3-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 01:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harjunot</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita bola]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harjunot.wordpress.com/2008/01/31/coppa-italia-inter-tundukkan-juve-3-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sony VAIO SZ340P12 Notebook &#8211; Intel Centrino Duo Core 2 Duo T7400 2.16GHz &#8211; 13.3 WXGA &#8211; 1GB DDR2 SDRAM &#8211; 120GB &#8211; DVD-Writer (DVD R/ RW) &#8211; 56Kbps &#8211; Wi-Fi , F SONY Black Playstation 3 with 80GB Hard Drive and MotorStorm PS3 game Xbox 360 HD DVD Player ZlioZone by Zlio.comBerita Bola: Turin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=4&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sony VAIO SZ340P12 Notebook &#8211; Intel Centrino Duo Core 2 Duo T7400 2.16GHz &#8211; 13.3 WXGA &#8211; 1GB DDR2 SDRAM &#8211; 120GB &#8211; DVD-Writer (DVD R/ RW) &#8211; 56Kbps &#8211; Wi-Fi , F<br />
SONY Black Playstation 3 with 80GB Hard Drive and MotorStorm PS3 game<br />
Xbox 360 HD DVD Player<br />
ZlioZone by Zlio.comBerita Bola: Turin &#8211; Tiket terakhir ke semifinal Coppa Italia akhirnya jatuh ke tangan Inter Milan. Lewat pertarungan sengit, Nerazzurri memetik kemenangan 3-2 atas Juventus.</p>
<p>Hasil ini membawa Inter menang agregat 5-4 setelah pada leg pertama pekan lalu bermain imbang 2-2. Di semifinal, skuad besutan Roberto Mancini akan menghadapi Lazio yang beberapa jam lalu sukses menundukkan Udinese.</p>
<p>Menjalani laga tandang ke Stadion Olimpico Turin, Kamis (31/1/2008) dinihari WIB, Inter justru mampu mengejutkan tuan rumah saat mampu unggul di menit 10. Memenangi duel perebutan bola dengan Alessandro Birindelli untuk menjemput umpan lambung Maniche, Mario Balotelli mencetak gol pembuka saat sepakannya dari jarak dekat tak mampu diantisipasi kiper Emanuele Belardi.<span id="more-4"></span></p>
<p>Juventus yang sebelumnya cuma butuh hasil imbang tanpa gol untuk lolos cuma butuh waktu empat menit waktu untuk menyamakan kedudukan. Tendangan bebas Alessandro Del Piero dari luar kotak penalti merobek jala Francesco Toldo setelah sempat membentur Dejan Stankovic.</p>
<p>Sebuah tendangan keras Maniche nyaris membawa Inter kembali unggul andai saja tak membentur ditepis Belardi dan kemudian membentur mistar. Di sisi gawang yang lain, aksi penyelamatan juga dilakukan Toldo saat menjinakkan tendangan Vincenzo Iaquinta.</p>
<p>Namun kiper senior Italia itu akhirnya tak mampu menghindarkan gawangnya kebobolan untuk kali kedua di menit 31. Di awali tendangan bebas yang menghadirkan kemelut di muka gawang Inter, tandukan Iaquinta dari depan gawang mengubah kedudukan menjadi 2-1.</p>
<p>Tapi Juventus tak mampu mempertahankan keunggulannya bahkan hingga turun minum. Wasit menghadiahi tim tamu penalti menyusul handball Hasan Salihamidzic saat menghalau tendangan Luis Jimenez. Julio Cruz yang maju sebagai eksekutor melakukan tugasnya dengan baik dan mengubah skor menjadi 2-2.</p>
<p>Di awal babak kedua Juve nyaris kembali berada di depan. Namun sebuah penyelamatan gemilang dari Toldo saat mengantisipasi tendangan jarak dekat Pavel Nedved membuat skor 2-2 untuk sementara tak berubah.</p>
<p>Adalah Balotelli yang kemudian mencuri perhatian. Mengandalkan kekuatan yang seakan tak habis dia membuka peluang buat Stankovic namun tak berujung gol karena arah bola masih melebar dari sasaran.</p>
<p>Striker 17 tahun itu kemudian malah membuktikan kalau dirinya adalah calon bintang masa depan Inter dengan mencetak gol keduanya sekaligus penentu kemenangan di menit 54. Menerima umpan dari sisi kanan pertahanan Juventus, remaja berdarah Ghana itu melakukan gerak memutar sambil melepaskan tembakan yang bersarang di jala Juventus dan hanya bisa dipandangi oleh Belardi. Padahal sepanjang prosesi itu Balotelli berada dalam kawalan ketat Legrottaglie.</p>
<p>Dalam posisi 3-2, Juventus butuh dua gol untuk bisa lolos ke babak selanjutnya. Peluang tersebut kemudian memang bermunculan. Namun penampilan gemilang Toldo saat memblok voli David Trezeguet seerta kokohnya lini pertahanan Inter menghalau gelombang serangan yang datang membuat gawang mereka aman dari gol-gol lain.</p>
<p>Bukannya menciptakan gol, &#8220;Si Nyonya Tua&#8221; malah harus kehilangan Mauro Camoranesi yang dikartu merah wasit empat menit sebelum bubaran. Wasit langsung mengacungkan kartu merah pada winger berdarah Argentina itu karena melakukan tekel kasar pada Balotelli dari arah belakang.</p>
<p>Skor 3-2 untuk keunggulan Inter pun bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang.</p>
<p>Susunan Pemain<br />
Inter Milan: Francesco Toldo, Ivan Cordoba, Scherer Andrade Maxwell, Nelson Rivas, Maicon, Luis Jimenez, Nuno Maniche, Vitor Pele, Dejan Stankovic, Mario Balotelli, Julio Cruz</p>
<p>Juventus: Emanuele Belardi, Alessandro Birindelli, Nicola Legrottaglie, Cristian Molinaro, Guglielmo Stendardo, Pavel Nedved, Antonio Nocerino, Hasan Salihamidzic, Cristiano Zanetti, Alessandro Del Piero, Vincenzo Iaquinta (dikutip dari berita bola )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/harjunot.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/harjunot.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harjunot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harjunot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harjunot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harjunot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harjunot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harjunot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harjunot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harjunot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harjunot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harjunot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harjunot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harjunot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harjunot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harjunot.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=4&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/31/coppa-italia-inter-tundukkan-juve-3-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5259f47b47803f2d49cd750055090aa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">harjunot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nakim, 40 Tahun Jualan Kayu Bakar</title>
		<link>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/24/nakim-40-tahun-jualan-kayu-bakar/</link>
		<comments>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/24/nakim-40-tahun-jualan-kayu-bakar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 00:41:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harjunot</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harjunot.wordpress.com/2008/01/24/nakim-40-tahun-jualan-kayu-bakar/</guid>
		<description><![CDATA[Nakim (58) warga Kemangguhan Kecamatan Alian, Kebumen salah satu penjual kayu bakar menjajakan dagangannya ke kota, Rabu (23/1). (Foto SM CyberNews/Supriyanto) Kebumen, CyberNews. Keringat Nakim (58) mulai bercucuran saat menahan berat delapan ikat kayu bakar yang ia bawa meninggalkan rumah dengan meggunakan sepadanya. Maklum jalan yang naik turun harus ia lewati. Hal itu membuat warga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=3&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div>
<table border="1" bgColor="#ccccff" align="left" width="300" cellPadding="0" cellSpacing="6" style="margin-right:6px;border-collapse:collapse;">
<tr>
<td style="background-color:#ccccff;"><img border="0" align="left" width="300" src="http://suaramerdeka.com/cybernews/harian/0801/23/dar34.2.jpg" height="189" /></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:#ccccff;"><font size="2" face="Arial"><i>Nakim (58) warga Kemangguhan Kecamatan Alian, Kebumen salah satu penjual kayu bakar menjajakan dagangannya ke kota, Rabu (23/1). (Foto </i>SM CyberNews<i>/Supriyanto)</i></font></td>
</tr>
</table>
<p><b>Kebumen, CyberNews</b>. Keringat Nakim (58) mulai bercucuran saat menahan berat delapan ikat kayu bakar yang ia bawa meninggalkan rumah dengan meggunakan sepadanya. Maklum jalan yang naik turun harus ia lewati. Hal itu membuat warga Dusun Sempor Desa Kemangguhan Kecamatan Alian, Kebumen tersebut harus berjuang keras menahan keseimbangan agar tidak terjatuh.Sesampai di jalan yang cukup curam, ia pun berhenti sebentar. Menghela nafas sembari menunggu orang lewat. Setelah ada beberapa warga melintas, ia pun mengeluarkan tali tambang. Ia meminta tolong kepada mereka untuk menahan agar sepeda dengan beban berat itu tidak meluncur ke bawah.</p>
<p>Seperti sudah terbiasa, orang-orang tersebut dengan kompak menarik ke tali tambang ke arah berlawanan. Benar, rem tenaga empat manusia itu berhasil membawa Nakim beserta kayu bakarnya dengan selamat sampai jalan yang datar. Ia pun melanjutkan perjalananya sekitar tujuh kilometer lagi untuk sampai ke kota tempat ia menjual kayu bakarnya. &#8220;Untung pas pergi jalannya hanya menurun saja. Tidak ada yang menanjak,&#8221; ujar pria paruh baya itu kepada <i>Suara Merdeka CyberNews</i>, Rabu (23/1).</p>
<p>Layaknya orang Jawa, Nakim selalu mengaku &#8220;beruntung&#8221;. Buktinya ia tidak pernah mengeluh dengan beratnya pekerjaan yang harus dijalani. Meski berjalan puluhan kilometer dengan beban berat ia toh masih bisa bertahan sampai setua itu. Bayangkan, pekerjaan itu sudah ia lakoni selama 40 tahun, yakni sejak ia masih muda sampai lanjut usia. &#8220;Dulu dari rumah sampai sini kayu bakar ini masih dipikul. Sekarang saja sudah menggunakan sepeda,&#8221; ujar bapak delapan anak itu.</p>
<p>Meski ia masih berjalan kaki, namun sepeda cukup meringankan pekerjannya. Beratnya berbagai jenis kayu seperti akasia, nangka, dan jambu yang biasa ditanggung pundak kanan dan kirinya secara bergantian, sudah diambil alih tenaga sepeda. Usai menjual seluruh kayu bakarnya, ia pun bisa pulang naik sepeda itu.</p>
<p>Beratnya pekerjaan itu membuat Nakim tidak setiap hari berjualan kayu bakar ke kota. Tidak pasti, katanya. Terkadang seminggu sekali, namun pernah juga selama sebulan ia tidak berjualan sama sekali. &#8220;Kalau jualan pasti lakunya. Meski pun terkadang dengan banting harga,&#8221; imbuh kakek yang mengaku memiliki 21 cucu ini.</p>
<p>Delapan ikat kayu bakar ia tawarkan secara borongan yakni Rp 55.000. Jadi jika dirata-rata satu ikat kayu bakar ia jual dengan harga Rp 6.875. Nakim tidak sendirian. Di desanya terdapat sekitar 10 orang yang juga menjual kayu bakar. Mereka biasa mangkal di tidak jauh dari perempatan tugu lawet di depan SMP Masehi. Sebelumnya mereka berjualan di lokasi yang kini di bangun gedung Bank Danamon. Karena lokasi tersebut dibangun, mereka pindah bejualan di tepi jalan.</p>
<p>Sukijan (70) penjual kayu lainnya, mengatakan biasanya ia menunggu pembeli sampai sekitar pukul 11.00. Ia juga membenarkan, selama ini, kayu bakar pasti laku, meski dengan banting harga sekali pun. Sebab, tidak mungkin untuk membawa pulang kembali kayu bakar dagangannya. &#8220;Pernah kayu bakar yang sebenarnya seharga Rp 38.000, ditawar Rp 20.000 saya kasihkan karena benar-benar tidak ada pembeli lagi,&#8221; katanya sembari menerawang.</p>
<p>( <b>supriyanto/cn05</b> ) ( dikutip dari suara merdeka )</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/harjunot.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/harjunot.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harjunot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harjunot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harjunot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harjunot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harjunot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harjunot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harjunot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harjunot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harjunot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harjunot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harjunot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harjunot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harjunot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harjunot.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=3&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/24/nakim-40-tahun-jualan-kayu-bakar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5259f47b47803f2d49cd750055090aa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">harjunot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://suaramerdeka.com/cybernews/harian/0801/23/dar34.2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/24/hello-world/</link>
		<comments>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 00:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harjunot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=1&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/harjunot.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/harjunot.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harjunot.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harjunot.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harjunot.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harjunot.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harjunot.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harjunot.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harjunot.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harjunot.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harjunot.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harjunot.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harjunot.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harjunot.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harjunot.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harjunot.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harjunot.wordpress.com&amp;blog=2601441&amp;post=1&amp;subd=harjunot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harjunot.wordpress.com/2008/01/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5259f47b47803f2d49cd750055090aa?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">harjunot</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
